Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Saturday, July 7, 2018

Apa Itu 5G Dan Perbedaanya Dengan Teknologi 4G


Menurut Jan Rabaey dari University of California, AS, teknologi 5G bisa mentransmisi 1 gigabit data per detik, atau bahkan 10 gigabit. 

Setiap satu dekade atau lebih, industri nirkabel meluncurkan standar komunikasi seluler yang bisa mentransmisi data lebih banyak dengan lebih cepat dan dikala ini, babak selanjutnya tengah dalam pengembangan dan diberi nama 5G alasannya yaitu merupakan generasi kelima dari standar yang dipakai untuk menjelaskan dan mentransmisikan data melalui gelombang radio.


Generasi pertama, secara retroaktif disebut dengan 1G, sebuah sistem analog penuh untuk mentransmisikan suara. Sangat berbeda dengan pendahulunya, telepon 2G mentransmisikan bunyi dan data secara digital. Dalam generasi-generasi berikutnya, 3G pada tahun 2000 dan 4G pada tahun 2010, terjadi perbaikan teknis yang meningkatkan kecepatan data dari 200 kilobit per detik menjadi ratusan megabit per detik. Dengan semakin dekatnya tahun 2020, 5G diperlukan akan bisa mentransmisi 1 gigabit data per detik, atau bahkan 10 gigabit.
Kemampuan untuk mengirim dan mendapatkan data sebanyak itu dengan sangat cepat membuka pintu peluang bagi sistem virtual reality dan augmented reality, begitu pun dengan otomatisasi.
Misalnya kendaraan beroda empat kemudi otomatis akan bisa berkomunikasi dengan satu sama lain, dengan rambu-rambu jalan, dengan lampu kemudian lintas, dengan rel pemandu, dan elemen lain yang sanggup dilihat oleh pengemudi manusia. Hal tersebut membutuhkan lompatan teknis lain yaitu mengurangi apa yang disebut sebagai latensi atau penundaan antara kapan sebuah sinyal dikirimkan dan kapan sinyal diterima menjadi 1 milidetik. (jika data jaringan yaitu seberapa lebar sebuah selang, maka latensi yaitu berapa waktu yang dibutuhkan dari dikala keran dinyalakan sampai air keluar pada ujung selangnya.)
Untuk mencapai kecepatan data tinggi dengan latensi rendah dibutuhkan perubahan teknis, termasuk pengiriman data yang memakai frekuensi radio yang lebih tinggi dan desain antena untuk mengurangi gangguan dengan banyaknya perangkat yang berkomunikasi dalam waktu yang bersamaan. Hal tersebut menyebabkan jaringan 5G membutuhkan lebih banyak stasiun pangkalan–yang juga harus lebih kecil secara fisik dari menara seluler yang telah ada dan peletakannya dengan jarak yang lebih dekat. Stasiun pangkalan 5G mungkin akan diletakkan setiap 250 meter, bukan satu sampai lima kilometer menyerupai yang dibutuhkan 4G.
Selain itu, sistem 5G juga menunjukkan kemungkinan menyediakan koneksi yang terpercaya ke sejumlah besar perangkat nirkabel secara bersamaan. Hal ini memungkinkan terjadinya perluasan besar jumlah penggunaan perangkat sehari-hari yang terkoneksi dengan internet menyerupai pengawasan nutrisi dalam tanah bagi petani, lokasi paket atau barang kiriman bagi perusahaan ekspedisi, dan gejala vital untuk pasien rumah sakit.
Saat ini, jaringan 5G awal sedang diluncurkan di beberapa kota di Amerika. Olimpiade Tokyo pada 2020 diperlukan menjadi festival pertama teknologi 5G secara lengkap. Antara kini dan nanti – atau bahkan kedepannya – perusahaan yang meluncurkan jaringan 5G akan menerapkan sambil terus berbagi teknologi gres ini, sebagaimana yang mereka lakukan pada generasi-generasi sebelumnya.
Artikel ini sudah ditayangkan di The Conversation.

Tuesday, June 5, 2018

Fitur Whatsapp Video Call Berempat, Begini Caranya


Sebelumnya, Mark Zuckerberg mengumumkan pada dikala konferensi F8 Facebook bahwa, group video call akan hadir di WhatsApp sebagai fitur baru. Sekarang, fitur ini dikatakan sudah hadir di beberapa pengguna di perangkat Android dan IOS.

Dilansir dari Androidpolice, dalam laporan terbaru ini fitur yang dikeluarkan oleh WhatsApp bersifat server-side, jadi untuk kini tidak semua orang sanggup menggunakannya. Androidpolice menyampaikan fitur ini ditemukan dan muncul di WhatsApp beta 2.18.162 terbaru.
Fitur ini memungkinkan pengguna sanggup melakukan video call hingga empat orang untuk berbicara. Untuk memakai fitur ini, ketika melaksanakan video call dengan seseorang, sanggup mengetuk ikon tambah kontak di bab kanan atas layar dan menentukan kontak untuk diundang ke panggilan yang berfungsi untuk panggilan audio dan video. 

Tuesday, December 12, 2017

5 Fakta Kehebatan R80, Pesawat Anyar Besutan Habibie


R80 merupakan pesawat generasi penerus N250. Proyek N-250 sempat dilarang oleh International Monetary Fund (IMF) karena krisis ekonomi 1998.
Setelah dimodifikasi, badannya dibentuk lebih besar, maka lahirlah R80. Jika kapasitas N250 hanya 50-60 krusi, R80 mempunyai kapasitas yang lebih banyak, yakni 80-90 kursi. Pada 2018 pesawat ini sudah siap diproduksi dan didaftarkan sertifikat layak terbang.

Pada usia senja mantan presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, 78 tahun, siap menciptakan dunia dirgantara Indonesia kembali bergairah.
Ya..., pria yang pernah menjabat menteri riset dan tehnologi itu berencana menciptakan suksesor pesawat N250 produksi IPTN (saat ini PT Dirgantara Indonesia) yang pernah berjaya ketika lahir pada 1995.
Pesawat kali ini diberi nama Regio Prop 80 (R80). Dia mengklaim teknologi yang diadopsi lebih efisien dan canggih, baik dari segi desain dan mesin.
Pesawat R80 dikembangkan oleh PT Ragio Aviasi Industri (RAI), perusahaan perancang pesawat terbang komersil milik Habibie." Penerbangan itu sangat penting. Kita membutuhkan pesawat terbang N250 yang pernah berjaya di masanya," kata Habibie bersemangat.
Nah, berikut ini ialah rangkuman fakta-fakta menarik pesawat R80 yang siap membanggakan Indonesia. Simak halaman berikutnya;



Lebih Efisien dari Airbus dan Boeing

Beberapa keunggulan R80 yakni lebih ekonomis, baik murah dari segi harga, biaya pemeliharaan, juga irit materi bakar alasannya merupakan pesawat terbang berbaling-baling (turboprop).
Pesawat ini juga sanggup dikendalikan secara elektronik atau dikenal istilah fly by wire. R80 memiliki perbandingan antara angin yang dingin dihasilkan dari udara di body pesawat dengan angin yang dikeluarkan pada engine di belakang pesawat lebih tinggi (Bypass ratio). 
" Saya memberikan bahwa Airbus atau Boeing itu bypass rationya 12, makin tinggi bypass ratio makin sedikit konsumsi materi bakar dan lebih cepat, ini (R80) bypass rationya 40, kami perhitungkan pesawat terbang ini sasarannya lebih sedkit 30 persen (penggunaan materi bakar)," kata Habibie 
Baling-baling yang ada di sayap juga termasuk teknologi baru, alasannya sanggup menentukan antara angin cuek dan angin panas yang dihasilkan dari mesin. Dengan teknologi ini pesawat sanggup melaju dengan kecepatan tinggi.
Didesain untuk rute pendek dengan jarak tempuh kurang dari 600 km dan bisa diakomodasi oleh bandara dengan landasan pendek. Sangat cocok untuk negara kepulauan menyerupai Indonesia. Diharapkan R-80 ke depan bisa menghubungkan pulau-pulau terpencil.



Modern & Asli Buatan Anak Bangsa

R80 dikembangkan sepenuhnya belum dewasa bangsa. Desainnya dikerjakan oleh 50 ahli, termasuk para jago dari PT Dirgantara Indonesia.
Komisaris PT RAI Ilham Akbar Habibie menyampaikan ketika ini pengembangan R80 sudah memasuki fase final pengembangan. Untuk produksi tahap awal diharapkan dana USD 400 juta.
Pesawat itu rencananya akan diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia, yang ketika ini juga tengah berbagi pesawat gres N219.
Diharapkan kelahiran R80 bisa mengangkat pamor industri dirgantara nusantara, sehabis karam hampir 17 tahun lebih.


Terbang Perdana di Majalengka

 Pesawat R80 akan terbang perdana menjajal bandara gres di Majalengka pada 2018, tepatnya bulan Agustus. Kemungkinan besar di Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
Kata Habibie, keputusan menentukan lokasi penerbangan perdana pesawat itu di Majalengka dilakukan sehabis mendengar pemerintah Jawa Barat yang sedang menyiapkan bandara gres di sana.


Sudah Laris di Pasaran

Tiga maskapai telah menandatangani LoI (Letter of Intent) pembelian pesawat R80.
" Dari 7 maskapai yang menyatakan minat, sudah 3 yang menandatangani Letter of Intent, bahwa mereka akan membeli pesawat sebanyak 145 unit," kata Ilham Habibie, Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI).
Dua dari tiga maskapai yang sudah menandatangani Lol ialah Nam Air (Grup Sriwijaya) dan Kalstar Aviation.
Ilham, yang juga anak dari BJ Habibie, meyakini, nanti akan ada lebih banyak lagi pesanan dari maskapai lain. Sebab kebutuhan pesawat sejenis R80 akan terus meningkat, menyusul gencarnya pembangunan bandara di daerah-daerah.
Namun, sampai ketika ini mereka belum menginformasikan lebih lanjut kisaran harga pesawat R80.

Sumber : https://www.dream.co.id

Sunday, December 10, 2017

Tak Masuk Akal! Bus Ini Senilai Rp. 239 M! Lihat Bab Dalamnya, Keren!


Kita akan mengasumsikan bahwa istilah ‘rumah pindah’ ​​itu jauh dari segi kemewahan, belum lagi kenyamanan.
Sebuah perusahaan yang berbasis di Jerman telah mengejutkan sehabis membangun rumah kendaraan beroda empat senilai Rp. 239 M!
Performance S yakni model terbaru yang dirilis oleh Volkner Mobil. Tidak mungkin berada di hotel bintang 5 teratas tapi dapat bergerak.
Kendaraan setinggi 40ft ini berisi kawasan tidur ukuran sedang, dapur lengkap, area lounge yang cukup luas dan kamar mandi yang lengkap dengan air panas.
Hal yang menarik yakni juga berisi garasi lengkap dengan lift electrohydraulic yang dapat menampung aneka macam ukuran mobil.
Jadi, kalau Anda suka bepergian dengan kendaraan beroda empat dan belum siap untuk meninggalkan kenyamanan di rumah dan kendaraan beroda empat Lamborghini Anda, maka Performance S yakni pilihan terbaik untuk Anda. Mari kita lihat bab dalam rumah yang bergerak ini.
Inilah Volkner Car Performance S, rumah kendaraan beroda empat paling glamor yang pernah diluncurkan.



Di balik kendaraan setinggi 40 kaki ini seharga Rp. 239 M, Anda akan dapat menikmati suasana berada di hotel bintang 5 yang bergerak.





Hal ini dilengkapi dengan …




Tempat tidur yang nyaman …


Sepenuhnya dilengkapi kamar mandi dengan air panas …


Yang paling menarik, ia mempunyai lift electrohydraulic yang dapat menampung kendaraan beroda empat dari Mercedes ke Ferrari.

Tonton video bus unik dan glamor berikut ini.
(rp) erabaru.com.my
Sumber : www.erabaru.net

Thursday, November 30, 2017

The Maps Of Mathematics, Bukti Bahwa Semua Teori Matematika Benar-Benar Dapat Dipraktikkan


Mungkin sebagian besar orang akan baiklah jikalau matematika yaitu pelajaran paling sulit semasa sekolah. Setelah lulus sekolah, beberapa akan bilang ‘apa gunanya berguru aljabar, desimal, dan lain-lain dengan dunia kerja.
Tapi nyatanya, seluruh pelajaran matematika itu saling berhubungan. Contoh geometri, aljabar, dan beberapa orang disebut segitiga sama kaki. Oleh sebab itu, seorang Yuotubers, Dominic Walliman pada Desember 2016 kemudian menciptakan sebuah peta ihwal matematika.
Walliman mencoba menjelaskan secara rinci seluruh teori matematika dan menghubungkan satu sama lain. “Pelajaran matematika ternyata tidak cukup hanya dipelajari di sekolah. Sebab, matematika yaitu subyek yang besar dan beragam,” ucapnya dalam video yang berjudul The Maps of Mathematics.

Mungkin sebagian besar orang akan baiklah jikalau matematika yaitu pelajaran paling sulit sem The Maps of Mathematics, Bukti Bahwa Semua Teori Matematika Benar-benar Bisa Dipraktikkan
The Maps of Mathematics, karya Dominic Walliman.

Cara membaca The Maps of Mathematics harus dilakukan dari tengah-tengah peta, di mana bulat coklat yang menggambarkan asal-usul kepentingan manusia. Lalu ada dua pecahan utama yang mewakili bidang dalam matematika. Pertama, matematika murni (angka itu sendiri) dan kedua matematika terapan (bagaimana bahasa yang digunakan).
Agar lebih jelas, pengguna dapat mendownload video ini dengan resolusi tinggi. Lalu sehabis itu bermain-main dengan The Maps of Mathematics. Tapi sebelum download, lihatlah dulu video klarifikasi dari Walliman, biar tidak salah.
Setelah itu, pengguna dapat melihat nama-nama dari semua teori matematika yang pernah dipelajari ketika sekolah. Bahkan ada nama-nama gres ibarat topologi, analisis kompleks, dan geometri diferensial. Seluruh teori-teori tersebut bahwasanya benar-benar ada di alam semesta ini.
Jika Anda sudah melewati pecahan paling sulit, maka Anda dapat menerapkan teori matematika dibantu dengan disiplin ilmu lainnya ibarat fisika, kimia, dan biologi. Karena ingatlah jikalau angka tidak terpisahkan dengan alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya.
Di peta ini juga dijelaskan teori mengenai teknik, ekonomi, probabilitas, kriptografi, dan ilmu komputer. Menariknya, semua teori itu sudah ada semenjak berabad-abad yang lalu.
Mau mencoba bermain dengan The Maps of Mathematics?
Intisari-Online.com. 

Friday, November 17, 2017

Video Pembuatan Jembatan Gantung Terpanjang Di Dunia, Teknologi Ekstrim Mesin Tercanggih Di Dunia


Jembatan merupakan struktur yang dibentuk untuk menyeberangi jurang atau rintangan menyerupai sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Jembatan dibangun untuk penyeberangan pejalan kaki, kendaraan atau kereta api di atas halangan.Jembatan juga merupakan bab dari infrastruktur transportasi darat yang sangat vital dalam anutan perjalanan (traffic flows). Jembatan sering menjadi komponen kritis dari suatu ruas jalan, alasannya sebagai penentu beban maksimum kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut. Amazing Pembuatan Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Teknologi Ekstrim Mesin Tercanggih di Dunia


Sunday, October 2, 2016

Pedang Berteknologi Kala Depan!


oleh : Dr Fahmi Amhar

Syariat jihad pada zaman khilafah Islam telah mendorong tidak cuma semangat yang berkobar untuk berjuang dengan mengorbankan harta dan jiwa, tetapi juga menarik sains dan teknologi ke level yang jauh lebih maju.  Salah satu yang mengesankan – dan hingga sekarang masih misteri – ialah adanya teknik logam (metalurgi) yang amat tinggi, dibuktikan dengan pernah dibuatnya Pedang Damaskus pada kisaran tahun 1100 hingga dengan tahun 1750.  Pedang ini populer dengan ketajamannya dan mempunyai materi yang berpengaruh dan lentur.
Pedang Damaskus itu sendiri dikenal sebagai pedang yang dipakai oleh Salahuddin al Ayyubi, seorang sultan Mesir-Syria sekaligus panglima perang yang sanggup merebut kembali Jerussalem dari tangan bangsa Nasrani melalui perang Hattin. Salahuddin populer di dunia Islam maupun Nasrani sebab kepemimpinan, kecakapan militer, dan sifat ksatria dan pengampunnya pada ketika melawan tentara Salib. Dan ia ialah juga seorang ulama.
Tahun 1192. Richard Berhati Singa (Lion Heart), raja Inggris dalam Perang Salib III, bertemu Salahuddin. Sir Walter Scott mendramatisasi kisahnya dalam novel “The Talisman”, bagaimana keduanya memamerkan senjata masing-masing.
Richard mengeluarkan  pedang lebar mengilap buatan arif besi terbaik Inggris. Salahuddin  menghunus pedang lengkung buatan arif besi Damaskus yang  tidak mengilap. Richard memapas sebuah kotak dari besi hingga putus dan Salahuddin Al Ayubi melepaskan kain sutra halus hingga terbang dan sutra tersebut putus ketika tersentuh tajamnya pedang.
Teknik pembuatan pedang Damaskus ini begitu diam-diam sehingga hanya beberapa keluarga arif besi di Damaskus saja yang menguasainya. Ini juga yang menimbulkan teknik pembuatan baja Damaskus alhasil punah. Hingga sekarang teknologi metalurgi yg paling canggih pun belum bisa menciptakan pedang yang lebih tajam dari pedang Damaskus.
Sebuah penelitian mikroskopik pada pedang-pedang Damaskus di museum, menemukan bahwa pedang-pedang ini ternyata mempunyai semacam lapisan beling di permukaannya. Bisa dikatakan para ilmuwan Muslim di Timur Tengah telah menguasai teknologi nano semenjak seribu tahun yang lalu.
John Verhouven di Universitas Iowa telah menemukan bahwa hanya tipe tertentu dari wadah khusus untuk melebur baja ditambah elemen lain menyerupai vanadium akan menghasilkan referensi nano yang tepat. Pada 2006, para peneliti di Universitas Teknologi Dresden, Jerman, mempelajari pedang prajurit Islam dengan mikroskop elektron dan menemukan bahwa kekuatan pedang mereka mungkin berasal dari nanotube karbon dan kawat nano yang dibuat dari mineral yang disebut sementit. Struktur serupa akan menghasilkan materi komposit modern yang kuat. Namun, resep sempurna untuk menciptakan pedang prajurit Islam itu masih menjadi misteri.
Dengan teknologi terkini, diketahui bahwa imbas referensi air yang dimiliki oleh pedang Damaskus diperoleh dengan menempa baja yang mengandung proporsi jumlah karbon yang besar. Daerah gelap pada permukaan pedang akhir referensi yang dibuat residu karbon, sedangkan referensi terperinci dibuat oleh partikel ikatan karbit besi. Kandungan karbon yang tinggi memungkinkan diperolehnya pedang dengan ketahanan tinggi, namun kehadiran karbon di gabungan materi mentah sangat sulit atau hampir mustahil dikontrol. Terlalu sedikit karbon menimbulkan pedang menjadi lemah, namun terlalu banyak karbon menyebabkannya menjadi getas. Bila proses pembuatan pedang tidak berlangsung dengan baik, baja akan membentuk besi sementit, fase besi yang sangat rentan. Namun, para hebat metalurgi Islam bisa mengontrol kerentanan inheren dan menempa materi mentah tersebut menjadi senjata. Suatu artikel jurnal di Nature menceritakan mengapa baja karbon sanggup dibuat dan mengapa ketika ini menghilang. Ide tersebut didasari oleh ilmu pengetahuan material modern: Nanoteknologi, hal yang sulit terpikirkan hingga masa ke-17.
Pembuatan baja telah dipelajari dengan seksama dan didokumentasikan serta diturunkan bagi para hebat pedang di dunia Islam, yang menjaga dengan baik diam-diam ini. Baja Damaskus sangat berharga sebab menggabungkan antara kekuatan, elastisitas dan ketahanannya. Saat ini, walaupun teknologi metalurgi telah berkembang pesat, namun para peneliti masih saja kesulitan untuk menjiplak dan menciptakan baja yang menyerupai dengan baja Damaskus.
Mungkin untuk mendapat kembali teknologi yang hilang itu, kita harus merekonstruksi dahulu negara yang memungkinkannya, yaitu Khilafah Islamiyah, sehingga para ilmuwan akan kembali inovatif, mengembangkan teknologi untuk tujuan yang mulia dan barokah, jihad fisabilillah, untuk membuatkan rahmat ke seluruh alam.
Referensi:
http://creative.sulekha.com/karnataki-karbon-nanotube-swords-forget-s-indian-wootz_188921_blog

Friday, July 29, 2016

Iptek Masa Khilafah: Membangun Nalar Ilmiah Dan Peradaban Dunia

 Membangun Nalar Ilmiah dan Peradaban Dunia IPTEK Era Khilafah: Membangun Nalar Ilmiah dan Peradaban Dunia

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yakni salah satu kunci keunggulan suatu bangsa atas bangsa lainnya. Namun, yang lebih vital dari itu yakni motivasi suatu bangsa menguasai iptek. Selama motivasi ini ada maka bangsa itu tak kan pernah kenal lelah untuk mempelajari dan menyebarkan iptek serta menyiapkan segala infrastruktur yang diperlukan. Mereka tak cuma akan mengejar ketinggalannya, namun juga akan selalu bisa mempertahankan keunggulan yang telah mereka raih.

Paksaan atau rangsangan ekonomi yakni motivator bermutu rendah; gampang ditimbulkan, namun gampang pula hilang; tidak bisa melahirkan suatu kesinambungan sendiri. Pembangunan iptek yang dilakukan lantaran paksaan suatu rezim tiranik, misalnya, akan segera berhenti kalau paksaan itu dikendorkan. Akibatnya, untuk menghidupkan iptek, rakyat dan para ilmuwan harus terus-menerus hidup dalam ketakutan. Adapun rangsangan ekonomi mempunyai “mutu” sedikit di atas paksaan, namun sama sensitifnya. Iptek yang belum menghasilkan laba ekonomi secara pribadi akan terabaikan. Padahal banyak iptek yang pada masa awalnya sama sekali “kering”.
Motivasi yang paling tinggi nilainya yakni keyakinan bahwa pekerjaan itu benar dan harus dilakukan. Keyakinan itu memerlukan waktu untuk ditanamkan ke dada manusia, namun sekali tertanam ia akan “hidup” terus, selama bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Manusia akan bekerja bebas tanpa paksaan, merdeka tanpa harus tunduk pada hambatan ekonomi. Mereka bekerja semata-mata lantaran yakin kebenarannya, dan untuk itu mereka akan selalu menemukan jalan, supaya pekerjaannya bisa berhasil. Motivasi inilah yang dimiliki oleh para nabi, yang juga diwarisi umat Islam pada masa lalu, sehingga bisa mengangkat bangsa yang “ummi” (buta huruf) menjadi bangsa yang meninggalkan jejak yang luar biasa pada dunia iptek.

Aspek Normatif
Ayat yang turun pertama-tama yakni ayat ihwal perintah membaca (QSal-‘Alaq [96]: 1-5). Selanjutnya Allah memerintahkan memakai akal, menyebut kedudukan yang tinggi bagi orang-orang yang melihat alam, berpikir, memahami dan mempertebal keimanannya. Sains terkait pribadi dengan dogma (QS Yunus [10]: 100; Fathir [35]: 28; Yunus [10]: 101). Kemudian Allah memerintahkan kita untuk menundukkan alam sesuai sunnatullah maka muncullah teknologi (QS al-Jatsiyah [45]: 13). Banyak pola yang diberikan nabi dan kemudian diteruskan oleh para salafus-shalih, yang mengakibatkan umat Islam dalam waktu singkat bisa mengungguli iptek yang pernah dikuasai oleh bangsa manapun sebelumnya.

1. Pembentukan daypikir ilmiah.
Sejak mula, Islam tidak mendapatkan pendapat tanpa argumentasi rasional, siapapun yang mengucapkan (QS an-Naml [27]: 64). Islam tidak mengakui sangkaan (zhann) untuk hal-hal yang perlu keyakinan penuh dan ilmu yang akurat (QS an-Najm [53]: 28). Islam menolak subyektivitas emosi lantaran apapun kesimpulannya, ia berinteraksi pada aturan alam (QS Shad [38]: 26). Islam mengikis patuh buta (taklid), baik itu kepada nenek moyang, pemimpin, apalagi pada orang awam (QS al-Baqarah [2]: 170). Islam mementingkan pengamatan empiris terhadap langit dan bumi dan segala isinya (QS adz-Dzariyat [51]: 20-21).

2. Pengakuan metode eksperimental
Pada kasus pencangkokan kurma yang ternyata gagal, Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang terjadi?” Mereka menjawab, “Baginda telah menyampaikan begini dan begitu”. Rasulullah bersabda, “Kalian lebih tahu urusan teknik dunia kalian.” (HR Muslim).
Dalam hadis lain, Rasul saw. bersabda, “Ucapanku dulu hanyalah dugaanku. Jika berguna, lakukanlah. Aku hanyalah seorang insan menyerupai kamu. Dugaan bisa benar bisa salah. Namun, apa yang kukatakan kepada kau dengan Allah berfirman, maka saya tak akan pernah berdusta terhadap Allah.” (HR Ahmad).

3. Memetik segala yang bermanfaat
Rasulullah saw. bersabda, “Ilmu itu bagai hewan ternak sesat orang Mukmin. Di manapun ia menemukannya, ia lebih berhak atasnya.”(HR at-Tirmizi dan Ibnu Majah).
Atas dasar ini, maka umat Islam tidak pernah merasa risih mencar ilmu ilmu-ilmu yang tidak terwarnai pandangan hidup pemiliknya menyerupai matematika, fisika, kedokteran, ilmu militer sampai administrasi.

4. Memberantas tahayul dan khurafat
Saat terjadi gerhana matahari yang bertepatan dengan wafatnya Ibrahim putra Nabi saw., sebagian Muslim menghubungkan hal itu sebagai tanda kebenaran Nabi saw. sehingga “matahari pun turut berduka”. Namun, Nabi saw. justru bersabda, “Gerhana matahari dan bulan tidak terjadi lantaran simpulan hidup atau kelahiran seseorang, tetapi keduanya yakni gejala kekuasaan Allah.” (HR al-Bukhari).
Rasulullah saw. juga bersabda, “Siapa saja yang mendatangi dukun/paranormal dan menanyakan sesuatu, kemudian membenarkan apa yang ia ucapkan, maka salatnya tidak diterima selama 40 hari.” (HR Muslim).

Implikasi Kebijakan
Semua amalan itu ada ilmunya. Amalan yang fardhu ‘ain, ilmunya juga fardhu ‘ain. Amalan yang fardhu kifayah, ilmunya pun fardhu kifayah. Amalan yang fardhu ‘ain yakni amalan yang sehari-hari harus dikerjakan oleh setiap orang, baik untuk diri sendiri (mengetahui cara hidup sehat, dll), bekerjasama kepada Allah (taharah, shalat, puasa, dll) maupun untuk bekerjasama dengan sesama insan (muamalah, menjaga amanat, dsb).
Hidup dalam dakwah. Dengan itu, dalam mencar ilmu seorang Muslim akan menyerap ilmu secara maksimal alasannya yakni nanti ia harus bisa meneruskannya ke orang lain; dalam bekerja harus mencapai prestasi terbaik alasannya yakni nanti ia harus bisa menjadi pola bagi yang lain.
Negara Islam menyiapkan infrastruktur yang mendukung. Dukungan negara bisa dimulai dari menjamin kebebasan akademis, pemerataan saluran ilmu (pendirian sekolah, perpustakaan, observatorium, laboratorium) sampai implementasinya. Kestabilan politik serta jumlah “penjaga gawang keadilan” yang memadai juga membebaskan para ilmuwan iptek untuk berkonsentrasi pada riset ipteknya, tanpa harus selalu diputus untuk amar makruf nahi mungkar.

Bukti Historis
Prestasi umat Islam dalam sains dan teknologi sangat banyak dan berjalan konsisten selama hampir 1200 tahun. Memang, ada masa-masa ketika ilmu-ilmu dasar menyerupai matematika, fisika, kimia dan astronomi lebih berkembang, yaitu pada awal era Abbasiyah. Kemudian ada masa ketika teknologi menyerupai kedokteran, geografi, pertanian, permesinan, arsitektur bahkan teknik senjata lebih berkembang, menyerupai pada era Utsmani. Hal ini diakui oleh banyak sejarahwan Barat.
John J. O’Connor dan Edmund F. Robertson (1999) menulis dalam MacTutor History of Mathematics Archive:
Recent research paints a new picture of the debt that we owe to Islamic mathematics. Certainly many of the ideas which were previously thought to have been brilliant new conceptions due to European mathematicians of the sixteenth, seventeenth and eighteenth centuries are now known to have been developed by Arabic/Islamic mathematicians around four centuries earlier(Penelitian terkini memberi-kan citra yang gres pada hutang yang telah diberikan matematika Islam pada kita. Dapat dipastikan bahwa banyak inspirasi yang sebelumnya kita anggap merupakan konsep-konsep brilian matematikawan Eropa pada era 15, 17 dan 18 ternyata telah dikembangkan oleh matematikawan Arab/Islam kira-kira empat era lebih awal).

Will Durant juga menulis dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith:
Chemistry as a science was almost created by the Moslems; for in this field, where the Greeks (so far as we know) were confined to industrial experience and vague hypothesis, the Saracens introduced precise observation, controlled experiment, and careful records. They invented and named the alembic (al-anbiq), chemically analyzed innumerable substances, composed lapidaries, distinguished alkalis and acids, investigated their affinities, studied and manufactured hundreds of drugs. Alchemy, which the Moslems inherited from Egypt, contributed to chemistry by a thousand incidental discoveries, and by its method, which was the most scientific of all medieval operations(Kimia yakni ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh kaum Muslim. Saat dalam bidang ini orang-orang Yunani tidak mempunyai pengalaman industri dan hanya memperlihatkan hipotesis yang meragukan, para ilmuwan Muslim mengantarkan pada pengamatan teliti, eksperimen terkontrol dan catatan yang hati-hati. Mereka menemukan dan memberi nama alembic (al-anbiq), menganalisis substansi yang tak terhitung banyaknya, membedakan alkali dan asam, memeriksa kemiripannya, mempelajari dan memproduksi ratusan jenis obat. Alkimia yang diwarisi kaum Muslim dari Mesir menyumbangkan untuk kimia ribuan inovasi insidental, dari metodenya, yang paling ilmiah dari seluruh acara pada Zaman Pertengahan).

Phillip K. Hitti pun menulis dalam History of the Arabs tentang Abbas ibn Firnas (abad 10M) yang melaksanakan eksperimen alat terbang di Cordoba, “Ibn Firnas was the first man in history to make a scientific attempt at flying.”
Donald R. Hill dalam bukunya, Islamic Technology: an Illustrated History(Unesco & The Press Syndicate of the University of Cambridge, 1986), menciptakan sebuah daftar yang tidak mengecewakan panjang dari industri yang pernah ada dalam sejarah Islam; dari industri mesin, materi bangunan, pesenjataan, perkapalan, kimia, tekstil, kertas, kulit, pangan sampai pertambangan dan metalurgi.
Kata-kata Arab pun terwarisi dalam istilah-istilah astronomi, alat-alat bedah sampai barang-barang yang ada di dapur.

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/

Thursday, July 28, 2016

10 Aplikasi Yang Rakus Baterai Dan Data Smartphone

 Aplikasi yang Rakus Baterai dan Data Smartphone 10 Aplikasi yang Rakus Baterai dan Data Smartphone

Sejak kedatangan ponsel pintar, aplikasi eksklusif bertaburan. Saking banyaknya aplikasi, tidak heran jika smartphonedan baterai ponsel hanya dapat bertahan kurang dari sehari.

Sebuah survei yang dilakukan AVG berhasil menemukan aplikasi mana saja yang rakus data dan baterai. Survei bertajuk Android App Performance & Trend Report 2016 mengatakan bahwa jejaring sosial menjadi aplikasi yang paling haus data dan cepat menghabiskan baterai ponsel.

Seperti dikabarkan Digital Spy, AVG menemukan jejaring sosial Facebook sangat tidak ramah ponsel. Pasalnya, aplikasi itu akan aktif dikala ponsel diaktifkan. Bahkan dikala aplikasi ditutup tanpa logout, aplikasi itu akan tetap berjalan. Inilah yang kemudian menciptakan Facebook menghabiskan banyak data pengguna, sekaligus menciptakan baterai ponsel cepat habis.

Hebatnya, dua buah aplikasi Facebook menduduki posisi tiga besar sebagai aplikasi yang haus daya baterai. Facebook Messenger juga diklaim dapat menguras baterai dalam waktu singkat. Posisi Facebook Messenger berada di urutan ketiga, sehabis Google Maps.

Aplikasi lainnya yang dianggap menguras baterai ialah Instagram. Sedangkan BlackBerry Messenger, ChatOn dan Kik Messenger, ketiganya berada di urutan lima hingga tujuh dalam survei tersebut.

Selain itu, WhatsApp dan Wechat berada di posisi delapan dan sembilan, sebagai aplikasi yang cukup menguras baterai. Yang terakhir ialah The Weather Channel.

Sejak kedatangan Pokemon Go, game tersebut digadang sebagai aplikasi yang akan menguras baterai, sebab penggunaan kamera dan GPS yang harus aktif. Namun AVG tidak menyertakan Pokemon Go dalam survei itu. Ini artinya, Pokemon Go sama sekali tidak terlalu menguras baterai dibanding Facebook dan sembilan aplikasi di atas.

Netflix pernah masuk dalam daftar 10 aplikasi yang banyak menguras baterai. Namun kali ini aplikasi itu lolos sebab sejumlah pembaharuan dan peningkatan performa yang telah dilakukan pengembangnya.

Selain 10 aplikasi itu, Snapchat dianggap cukup menguras baterai, sampai-sampai memperlambat performa ponsel karena cache yang kerap tersimpan dikala pengguna selesai melihat konten yang ada. Selain itu YouTube juga dianggap biang penguras baterai.

Sumber : http://www.viva.co.id/